Payakumbuh, 18 Juli 2025 Sebagai bagian dari upaya strategis dalam memperkuat kelembagaan penanggulangan narkotika di daerah, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Bapedalitbang bersama sejumlah perangkat daerah lainnya melaksanakan studi banding ke Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Payakumbuh pada tanggal 17–18 Juli 2025. Pelaksanaan studi banding terdiri dari unsur Sekretariat Daerah, Bapedalitbang, dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), dan Bidang Aset, Badan Pengelolaan Keuangan Pendapatan dan Aset daerah (BPKPAD)
"Urgensi Pembentukan BNNK Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Selatan memiliki garis pantai panjang serta jalur lintas pulau, menjadikannya wilayah yang rawan menjadi transit peredaran gelap narkoba. Selain itu, data menunjukkan bahwa penyalahgunaan narkotika meningkat signifikan, terutama di kalangan remaja dan masyarakat pesisir.
“Saat ini belum ada struktur BNNK di Pesisir Selatan. Seluruh upaya penanggulangan narkoba masih bersifat koordinatif dan terbatas kewenangan. Pembentukan BNNK adalah langkah penting,” ujar Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, dr. Syafrizal Antoni, SY,MPH saat kunjungan.
Sesuai data yang ada di BNN kawasan di Pesisir Selatan telah dikategorikan sebagai zona bahaya peredaran narkoba. Bahkan secara nasional, Sumatera Barat menempati peringkat ke - 6 tertinggi penyebaran narkoba, dengan 1,1% populasi telah terpapar.
Bapedalitbang bersama perangkat daerah terkait akan:
Langkah ini juga sejalan dengan komitmen daerah dalam mendukung Desa Bersinar (Bersih Narkoba), serta memperluas jangkauan program ketahanan keluarga dan edukasi publik untuk generasi muda.
Belajar dari BNNK Payakumbuh untuk pendirian BNNK Pesissir Selatan minimal dengan pertimbangan dan kesiapan sebagai berikut,1
Dengan komitmen yang kuat dan sinergi lintas sektor, Pemkab Pesisir Selatan berharap kehadiran BNNK akan memperkuat pencegahan, pemberantasan, dan rehabilitasi narkoba di wilayah ini. Kehadiran BNNK akan menjadi tonggak penting menuju Pesisir Selatan yang lebih sehat, aman, dan berdaya. (Sumber: Kelitbangan)
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.