Painan, 15 Juli 2025 – Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan melalui Bapedalitbang secara aktif menggelar Desk Percepatan Penginputan Indeks Inovasi Daerah (IID) sebagai bagian dari persiapan menghadapi ajang Innovative Government Award (IGA) Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia.
Acara desk dilaksanakan sejak Selasa, 8 Juli hingga Jumat, 11 Juli 2025 di Ruang Rapat Pantai Carocok Bapedalitbang, Nagari Sago. Kegiatan ini melibatkan seluruh Perangkat Daerah, RSUD, UPT Puskesmas, dan Kecamatan di Kabupaten Pesisir Selatan. Masing-masing instansi diminta hadir dengan membawa proposal inovasi, data dukung dalam bentuk digital (softcopy), dan perangkat kerja guna menginput langsung data ke laman resmi: https://indeks.inovasi.bskdn.kemendagri.go.id .
Pengukuran IID merupakan agenda nasional untuk menilai sejauh mana pemerintah daerah melakukan inovasi berbasis pelayanan publik, tata kelola, serta pengembangan kebijakan. Kabupaten Pesisir Selatan pada tahun sebelumnya telah mencatat skor indeks sebesar 58,34 dengan predikat “Inovatif” berkat pelaporan 91 inovasi dari seluruh lini organisasi perangkat daerah.
Namun, untuk tahun 2025, tantangan yang dihadapi jauh lebih besar. Sesuai dengan Juknis IGA 2025, pelaporan inovasi harus memenuhi berbagai indikator dengan tingkat kedalaman data yang lebih kompleks. Di antaranya, laporan inovasi minimal mencakup tiga urusan wajib pelayanan dasar, diikuti pengisian indikator Sistem Pemerintahan Daerah (SPD) dan Sistem Informasi Daerah Wajib) SID wajib, unggahan dokumen pendukung, serta video dan foto inovasi.
Kegiatan ini dipandu langsung oleh dua tim teknis Bapedalitbang. Tim I dikoordinatori oleh Suryatmono, S.Si, dan Tim II oleh Drs. Adri, M.Si. Masing-masing didampingi operator lintas bidang, siap membantu perangkat daerah dalam proses teknis penginputan, validasi awal, hingga pemberkasan digital.
Sesuai jadwal dari Kementerian Dalam Negeri, batas akhir pengisian dan pengunggahan data inovasi adalah tanggal 2 Agustus 2025. Setelah tanggal tersebut, sistem akan ditutup secara nasional, dan penilaian dilanjutkan ke tahap analisis, validasi lapangan, hingga presentasi kepala daerah pada bulan Oktober 2025.
Hingga pertengahan Juli 2025, masih terdapat sejumlah perangkat daerah yang belum menuntaskan pengisian seluruh indikator dan dokumen pendukung. Beberapa inovasi yang sebelumnya tertolak atau belum masuk ke sistem nasional pada 2023, kini diminta untuk diperbarui dan dimatangkan secara substansi.
Koordinator Desk mengingatkan bahwa data yang tidak lengkap, tidak unggah video, atau belum memenuhi 3 urusan wajib pelayanan dasar akan langsung dianggap “tidak dapat dinilai” sesuai mekanisme IGA 2025. Pemerintah daerah yang gagal memenuhi standar tersebut akan kehilangan kesempatan untuk meraih skor indeks maksimal dan masuk klaster penerima penghargaan.
Bapedalitbang menargetkan agar Kabupaten Pesisir Selatan dapat naik peringkat dari kategori “Inovatif” menjadi “Sangat Inovatif” dengan skor di atas 65. Untuk itu, komitmen seluruh OPD sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan entri data tepat waktu dan berkualitas.
Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan juga membuka ruang konsultasi lanjutan pasca desk, bagi OPD dan unit kerja yang masih mengalami kendala dalam pemenuhan indikator. Tim Bapedalitbang dapat dihubungi melalui kontak narahubung yang telah dibagikan dalam undangan. Sumber : Kelitbangan
Date line 2 Agustus 2025, Ayoo.. sababat fasilitator Inovasi, semangat mengikuti IGA 2025, untuk Pesisir Selatan Maju dan berkelanjutan secara inovativ.
17 Jul 2025 10:43Date line 2 Agustus 2025, Ayoo.. sababat fasilitator Inovasi, semangat mengikuti IGA 2025, untuk Pesisir Selatan Maju dan berkelanjutan secara inovativ.
17 Jul 2025 10:43