Dari sejumlah indikator pembangunan, Indeks Pebangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index (HDI) merupakan rujukan untuk menilai keberhasilan pembangunan suatu Daerah. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mengukur capaian pembangunan manusia berbasis sejumlah komponen dasar kualitas hidup. Sebagai ukuran kualitas hidup, IPM dibangun melalui pendekatan tiga dimensi dasar yang mencakup umur panjang dan sehat; pengetahuan, dan kehidupan yang layak (kesehatan, pendidikan dan ekonomi).
Ketiga dimensi tersebut memiliki pengertian sangat luas karena terkait dengan banyak faktor. Untuk mengukur dimensi kesehatan, digunakan angka harapan hidup waktu lahir. Selanjutnya untuk mengukur dimensi pengetahuan digunakan gabungan indikator angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Adapun untuk mengukur dimensi hidup layak digunakan indikator kemampuan daya beli masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok yang dilihat dari rata-rata besarnya pengeluaran per kapita.
JIka kita ingin melihat secara objektif melihat perkembangan pembangunan suatu Daerah dari masa ke masa, maka indikator IPM merupakan data sekaligus fakta yang logis dan realistis karena indeks komposit ini digunakan di seluruh Daerah untuk mengukur tingkat kemajuan atau keberhasilan pembangunan.
Bagaimana Capaian IPM Pesisir Selatan??
Data BPS menunjukkan bahwa IPM Pesisir Selatan semasa 13 tahun terakhir mengalami tren meningkat. Rata-rata peningkatan adalah 0,55 pertahun. Selama 13 tahun tersebut hanya terjadi penurunan satu kali yaitu pada tahun 2020 dari 70,08 (2019) menjadi 69,9 (2020) atau turun sebesar 0,18. Fakta menarik terjadi lompatan peningkatan IPM pada tahun 2022 ke 2023 dari 70,84 menjadi 72,24 yang cukup signifikan sebesar 1,5 point. Capaian ini jauh diatas rata – rata sebelumnya. Belum terjadi dalam 13 tahun terakhir capaian IPM melebihi 1 digit kecuali pada tahun 2023 yang lalu sebesar1,5.
Bila kita amati detil, perkembangan tiap – tiap dimensi IPM melipti dimensi kesehatan, pendidikan dan ekonomi dapat kita amati pada perkembangan indikator di setiap dimensi tersebut.
Pada dimensi kesehatan digunakan indikator angka harapan hidup waktu lahir atau Umur Harapan Hidup (UHH) dimana perkembangan selama 13 tahun menunjukkan UHH Kabupaten Pesisir Selatan mengalami tren meningkat. Rata-rata kenaikan setiap tahun adalah 0,3 point. Hal yang menarik terjadi lompatan kenaikan UHH dari tahun 2022 sebesar 71,25 menjadi 73,27 tahun 2023 atau naik sebesar 2,02. Kenaikan memebihi 2 digit ini jauh diatas rata – rata sebelumnya dan terjadi pada tahun 2023.
Selanjutnya pada dimensi pengetahuan atau pendidikan dilihat pada gabungan indikator angka melek huruf dan rata rata lama sekolah yang juga akan disandingkan dengan harapan lama sekolah dimana pada 13 tahun terakhir menunjukkan tren meningkat. Rata-rata kenaikan HLS dan RLS setiap tahun adalah 0,09 point. Selama 13 tahun tersebut terjadi satu kali penurunan HLS yaitu pada tahun 2019 turun sebesar 0,01. Dan kenaikan yang cukup signifikan terjadi pada fase 2010-2013 dan pada fase 2022-2023.
Kemudian perkembangan perkembangan angka melek hurf Pesisir Selatan pada fase 2011 – 2015 juga mengalami peningkatan dengan rata – rata kenaikan 0,75 point. Bahkan pada tahun 2015 sempat mencapai angka maksimal 100. Kemudian memasuki fase 2016 – 2020 terjadi tren penurunan dengan rata – rata 0,2. Dan memasuki fase 2021 – 2023 kembali menunjukkan tren meningkat dari 99,24 pada tahun 2021 menjadi 99,65 pada tahun 2023.
Terakhir pada dimensi hidup layak dilihat dari indikator kemampuan daya beli masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok yang tergambar pada rata-rata besarnya pengeluaran per kapita juga menunjukkan tren meningkat pada 12 tahun terakhir. Rata-rata kenaikan pengeluaran perkapita setiap tahun adalah Rp.116.000. Pernah terjadi satu kali penurunan yatu pada tahun 2020 sebesar Rp.262.000 dari tahun sebelumnya. Kemudian memasuki tahun 2021 – 2023 kembali menunjukkan tren peningkatan dengan keadaan terakhir pada tahun 2023 sebesar Rp.9,953 juta.
Kesimpulan
IPM sebagai indikator untuk mengukur tingkat keberhasilan pembangunan suatu Daerah telah memberikan gambaran tentang dampak pembangunan di Kabupaten Pesisir Selatan yang positif meskipun pada periode tahun 2019 – 2020 beberapa dimensi indikator IPM menunjukkan tren negative atau penurunan. Namun kondisi tersebut pada fase berikutnya tahun 2021 – 2023 (sekarang) capaian IPM Pesisir Selatan kembali mampu berada pada pada tren yang positif bahkan menunjukkan kontribusi peningkatan yang sangat signifikan dibandingkat tahun – tahun sebelumnya. Capaian IPM ini memang masih berada dibawah rata – tara Sumbar namun setidaknya capaian IPM Pesisir Selatan saat ini sudah melampaui target RPJMD 2021-2026 yang menempatkan tarher sebesar 71,68.
Dapat ditarik konklusi bahwa intervensi pembangunan yang dilakukan Pemerintah Daerah bersama seluruh stakeholders khususnya pada tiga tahun terakhir telah meningkatkan kualitas hidup masyarakat ditinjau dari dimensi kesehatan, pengetahuan/pendidikan dan standar hidup yang layak atau aspek ekonomi masyarakat.
Sumber : Bapedalitbang Kab. Pesisir Selatan, 2024
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.