Ranah Pesisir, 11 Juli 2025 — Kerusakan parah pada infrastruktur Daerah Irigasi (DI) Koto Nan IV di Kecamatan Ranah Pesisir membuat aliran air terhenti total. Akibatnya, ratusan petani di kawasan tersebut kehilangan akses air irigasi.
Bencana banjir bandang yang terjadi pada 7–8 Maret 2024 telah menyebabkan jebolnya bendung, patahnya saluran primer, serta rusaknya penahan tebing di bagian hulu sungai. Saat ini, bendung tidak lagi mampu mengalirkan air ke saluran utama irigasi, membuat fungsi irigasi seluas 86,17 hektare lumpuh total.
Sebagai upaya penanganan, Badan Perencanaan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bapedalitbang) Kabupaten Pesisir Selatan melalui Bidang Perekonomian, SDA, Infrastruktur dan Kewilayahan (PSDAIK) melakukan survei lapangan. Tim yang dipimpin Kepala Bidang PSDAIK, Rudi Anwar, S.T., turun langsung meninjau kondisi di lokasi bersama UPTD Pengairan Wilayah V. Kunjungan lapangan difokuskan pada peninjauan kondisi fisik irigasi dan infrastruktur pendukung yang mengalami kerusakan berat pasca bencana, Akibat kondisi ini, air tidak lagi mengalir ke saluran primer, sehingga para petani terpaksa mengalihkan penanaman padi ke komoditas jagung atau menunggu musim hujan agar bisa kembali bertani
Kondisi ini memperkuat urgensi pengusulan rehabilitasi DI Koto Nan IV ke dalam Inpres 2 Tahun 2025. Saat ini, usulan tersebut tengah dalam proses verifikasi oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V. Jika dinyatakan lolos verifikasi hingga ke tingkat pusat, rehabilitasi DI Koto Nan IV akan dilaksanakan oleh BWS V dalam waktu sekitar empat bulan ke depan.
“Dengan kondisi irigasi yang tidak berfungsi, jelas berdampak langsung pada penurunan produktivitas pertanian masyarakat. Oleh karena itu, kami menilai DI Koto Nan IV sangat layak untuk masuk dalam prioritas pembangunan melalui Inpres 2 Tahun 2025,” ujar Rudi Anwar, S.T. di sela-sela kegiatan survei.
Diharapkan, melalui program percepatan infrastruktur ini, keberlangsungan pertanian masyarakat di Ranah Pesisir dapat kembali normal dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan daerah secara keseluruhan.
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.