Pengumuman
Logo RSUD

BAPPERIDA

Kabupaten Pesisir Selatan

MUSYAWARAH TERINTEGRASI (REMBUK STUNTING DAN MUSRENBANG CSR).

31 May 2023 15:41:00 WIB 135x dibaca Kontributor
MUSYAWARAH TERINTEGRASI (REMBUK STUNTING DAN MUSRENBANG CSR).

Painan, Bapedalitbang- Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan menggelar Musyawarah Terintegrasi (Rembuk Stunting dan Musrenbang CSR).  Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Painan Convention Center Kabupaten Pesisir Selatan, kegiatan ini dibuka Bupati Pesisir Selatan (Bpk. Rusma Yul Anwar). Selasa (30/5). kegiatan ini dihadiri Bapak Wakil Bupati, Ketua DPRD Forkompimda, Sekretaris Daerah, Kepala Perangkat Daerah, Camat, Walinagari, Direktur BUMN, BUMD dan Swasta tokoh Masyarakat dan berbagai organisasi kemayarakatan. Hadir juga DR. Dr. Eva Yuniritha, SST, M. Biomed, Dosen Politeknik Kesehatan Kemenkes RI – Padang selaku Narasumber.

Dalam sambutan Bupati menyampaikan, Musyawarah Terintegrasi dengan topik Rembuk Stunting dan Musrenbang CSR hari ini adalah kali yang pertama diadakan di Kabupaten Pesisir Selatan. Musyawarah ini bertujuan untuk untuk mengajak para pemangku kepentingan baik instansi pemerintahan, dunia usaha dan kelompok masyarakat sipil untuk terlibat dalam menjalankan solusi atas permasalahan yang kita hadapi khususnya stunting dan kemiskinan ekstrim. Agenda ini merupakan amanat Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang menekankan pelaksanaan aksi konvergensi stunting dilakukan secara terintegrasi mulai tahap perencanaan, pelaksanaan dan pelaporan. Apalagi penurunan prevelansi stunting dan pengentasan kemiskinan ekstrim memerlukan intervensi yang menyeluruh dari berbagai pihak.

Seperti kita ketahui bersama, stunting adalah kondisi gagal tumbuh yang terjadi pada anak Balita akibat kekurangan gizi kronis. Kondisi ini terjadi pada awal 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Dampak dari stunting ini sangat mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan otak Balita. Hal ini dapat mengakibatkan terjadinya “lost generation” yakni terjadinya suatu kondisi yang menggambarkan lemahnya sumberdaya manusia dalam suatu generasi tertentu.

Dilihat dari perspektif gizi dan kesehatan, stunting terjadi akibat buruknya asupan gizi dalam rentang waktu tertentu. Tidak hanya karena kekurangan makanan tetapi bias jadi karena salah dalam mengkonsumsi makanan yang tidak beragam, bergizi, seimbang dan aman. Berdasarkan uraian singkat ini, dapat kita artikan bahwa upaya pencegaran dan penurunan stunting memerlukan intervensi gizi yang terpadu mencakup intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif. Intervensi spesifik dilakukan oleh sektor kesehatan seperti penyediaan vitamin, makanan tambahan, dan lainnya. Sedangkan intervensi sensitif dilakukan oleh sektor non–kesehatan seperti penyediaan sarana air bersih, ketahanan pangan, jaminan kesehatan, pengentasan kemiskinan dan sebagainya.

Dalam kesempatan itu Bupati mengajak kita bersama untuk menghadapi ancaman krisis sumberdaya manusia akibat kemiskinan dan stunting yang kian mengkhawatirkan ini melalui aksi kolaborasi dan partisipasi. Kita tentu akan merasa berdosa apabila gererasi masa depan yang kita tinggalkan adalah generasi yang lemah baik dari sisi keimanan maupun kesejahteraannya.

Bagaimana pendapat Anda?
0
0

0 Komentar

Belum Ada Komentar

Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.

Berikan Komentar

Menu Aksesibilitas