Pesisir Selatan - Dalam upaya mempercepat pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB/SDGs), Sekretariat SDGs Badan Perencanaan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bapedalitbang) Kabupaten Pesisir Selatan menggelar Lokakarya Perencanaan Bersama. Bertempat di Aula Lantai 2 Bapedalitbang, kegiatan ini mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari tingkat daerah hingga nasional guna menyusun langkah strategis untuk percepatan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) Kabupaten Pesisir Selatan periode 2025-2027. Kamis, 13 Maret 2025
Acara ini dihadiri oleh perwakilan perangkat daerah, camat, wali nagari, kelompok tani Sungai Sariak Lumpo dan Sungai Gayo Lumpo, GIZ-GFA Provinsi Sumatera Barat, GIZ SDGs SSTC Jakarta, LP2M Provinsi Sumatera Barat, Sekretariat SDGs Kabupaten Pesisir Selatan, tokoh masyarakat, serta lembaga profesi dan organisasi masyarakat secara daring dan luring.
Lokakarya ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pesisir Selatan, Mawardi Roska, S.IP., yang menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan. Dalam sambutannya, Mawardi menyoroti pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, organisasi masyarakat, serta mitra pembangunan seperti GIZ Indonesia, guna mempercepat pencapaian target SDGs.
Ia juga menekankan perlunya mengintegrasikan prinsip Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial (GEDSI) dalam perencanaan pembangunan. Selain itu sebagai contoh, Mawardi menyoroti persoalan pengelolaan sampah yang menjadi perhatian utama pemerintah daerah. Menurutnya, sistem pengelolaan sampah yang terstruktur dan terukur harus masuk dalam Renstra Dinas Perkimtan LH agar pengelolaan limbah bisa menjadi sumber ekonomi bagi masyarakat. Ujarnya
Lokakarya ini menghadirkan diskusi panel yang dipandu oleh Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia dengan menghadirkan sejumlah narasumber terkemuka yang membahas berbagai aspek percepatan pencapaian SDGs:
"Hadi Susilo, S.STP., M.Si. - Kepala Bapedalitbang Kabupaten Pesisir Selatan mengupas strategi pembangunan berkelanjutan 2025-2029. Ia menyoroti arah pembangunan daerah, pemetaan kawasan strategis, serta strategi percepatan pencapaian SDGs, yang saat ini telah mencapai 45,7%".
"Zulasmi dari GIZ SDGs SSTC membahas pentingnya integrasi SDGs dalam RPJMD dan bagaimana pendekatan inovatif serta kemitraan multipihak dapat mempercepat pencapaian target pembangunan berkelanjutan".
"Marvel Ledo dari GIZ-GFA menyoroti konsep Multi Stakeholder Partnership (MSP), menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mengoptimalkan berbagai keahlian dalam mencapai tujuan yang lebih efektif dan efisien".
"Tim GIZ-GFA Propinsi Sumatera Barat yang diwakili oleh Eneng Fathonah mengulas rencana kerja bersama dalam memperkuat kapasitas pelaksanaan SDGs. Ia menggarisbawahi urgensi tata kelola yang terukur serta pengembangan sistem digital untuk monitoring dan evaluasi capaian TPB/SDGs melalui aplikasi SIPD".
Hasil dari lokakarya ini diharapkan mampu menghasilkan kebijakan strategis yang akan diintegrasikan dalam dokumen perencanaan pembangunan daerah, seperti Rencana Kerja (Renja), Rencana Strategis (Renstra), dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Dengan semangat kolaborasi dan pendekatan berbasis data, Kabupaten Pesisir Selatan optimis dapat mempercepat pencapaian target SDGs guna menciptakan masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat. (Sumber Berita: Bapedalitbangpessel)
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.