Painan– Pesisir Selatan kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun daerah yang ramah, inklusif, dan inovatif. Dalam rapat koordinasi GESIT (Gerakan Selamatkan Anak dan Disabilitas) yang dilaksanakan di Ruang Rapat Dinas Perhubungan, para pemangku kepentingan sepakat menggenjot dua program strategis, yakni penerapan Rute Aman Selatan Sekolah (RASS) dan pengembangan fasilitas disabilitas di destinasi wisata unggulan Pantai Carocok. Selasa 21/1/2024
Jaminan Keselamatan Pelajar di Pesisir Selatanmenjadi salah satu poin penting yang dibahas adalah penyusunan Surat Keputusan (SK) penerapan RASS di Kabupaten Pesisir Selatan. Program ini bertujuan menciptakan jalur yang aman dan nyaman bagi pelajar menuju sekolah. Menurut Pesmar, S.E., Kepala Bidang Pengembangan dan Keselamatan sekaligus pembina GESIT, draf SK RASS saat ini sudah hampir rampung.
Kecamatan IV Jurai menjadi lokasi yang usulkan oleh GESIT dapat menjadi pilot project penerapan RASS. Beberapa sekolah telah ditetapkan sebagai titik implementasi, dan langkah berikutnya adalah survei lapangan di setiap kecamatan. Setelah survei selesai, SK akan segera difinalisasi,” jelas Pesmar, S.E.
Untuk mendukung pariwisata yang Inklusif perlunya dilakukan terobosan yang nyata terhadap kebutuhan kaum disabilitas., sehingga dalam kesempatan yang sama juga dibahas pembangunan toilet khusus disabilitas di Pantai Carocok. Saat ini desain toilet yang inovatif telah rampung dan pembangunan akan segera dikerjakan oleh CV. CIGAM SUZE. Yang membanggakan dari pembangunan ini akan melibatkan tenaga kerja inklusif, hasil pelatihan dari program GESIT sehingga kebutuhan akan kaum disabilitas dapat terpunuhi.
Pesmar menekankan, “Toilet ini tidak hanya sebagai fasilitas pelengkap, tetapi juga menjadi role model pembangunan fasilitas publik ramah disabilitas di masa depan. Harapannya, hal ini dapat memperkuat daya tarik wisata dan menciptakan pengalaman yang nyaman bagi semua pengunjung, termasuk kaum disabilitas.”
Acara ini dihadiri berbagai pihak penting, termasuk Bapedalitbang yang diwakili oleh Pejabat Fungsional Muda Bidang Perekonomian, Sumber Daya Alam, Infrastruktur, dan Kewilayahan (PSDAIK), IWAPI, Dinas PUPR, dan kelompok disabilitas ini menunjukkan kepedulian yang kuat antar-stakeholder untuk bersinergi utnuk mencapai tujuan bersama. Dukungan penuh dari berbagai pihak diharapkan dapat mempercepat realisasi program tersebut.
Dengan fokus pada keselamatan pelajar dan pengembangan pariwisata inklusif, Kabupaten Pesisir Selatan terus membuktikan diri sebagai daerah dengan visi kemajuan yang nyata. Langkah-langkah strategis ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat lokal, tetapi juga menarik minat investor untuk turut andil dalam membangun masa depan Pesisir Selatan.
Sudah saatnya menjadikan Kabupaten Pesisir Selatan sebagai destinasi unggulan yang memadukan kemajuan, inklusivitas, dan keberlanjutan.
Belum Ada Komentar
Jadilah yang pertama memberikan komentar pada berita ini.